Menikmati Keindahan Puncak Gunung Burangrang (2050 mdpl)

March 26, 2012 at 8:17 pm 9 comments

Hari jumat-sabtu, 23-24 Maret 2012 kami bersepakat untuk menaiki Gunung Burangrang yang terletak di utara kota Bandung. Gunung ini sudah ngabibita diriku sejak lama, soalnya setiap maen ke villa istana bunga, gunung ini seakan melambai untuk dihampiri, tampak dekat dan menantang. Dari kota Bandung pun gunung ini begitu mempesona dengan deretan puncak-puncaknya seakan menemani Gunung Tangkuban Perahu di sebelah kanannya. 

Tim terdiri dari 11 orang yang akhirnya kami menyebut kesebelasan yang berasal dari Gema Rawana Politeknik Telkom (Wawan, Oyok, Goffur, Joko, Bona, Syukri) plus 4 orang dosennya -kalau bisa disebut dosen- (mba ike, mr. galih, mr. monte, n me) plus adikku, Ami. Beberapa mahasiswa/i tidak jadi bergabung karena alasan masing-masing. Dari 11 orang itu, terdapat 3 wanita yang sok-sok perkasa yang pengen naek gunung walaupun dengan style hiking, maksudnya gaya sih pengen naek gunung tapi jalannya santei aja ahh, ga bawa barang berat-berat ah, tanpa perlengkapan layaknya naek gunung kyk sepatu gunung, sleeping bag, matras, carrier, dll. Yups, aku lah orangnya bareng ami, kalau mba ike sepertinya masih mempersiapkan peralatan perang, haha.. So, judulnya sih aku nekat.. 🙂


Kami (kecuali aku, ami, dan mr.galih) kumpul di sekre GR Poltek, janjian brangkat sih jm7. Setelah ngaret sekitar setengah jam, akhirnya brangkat juga dengan angkot carteran. Di buah batu, aku dan ami gabung. Di Cimindi, mr.galih gabung. OK, tim lengkap!!! Oh ya, just for info, carter angkot dr poltek ke legok haji 140 ribu, cukup murah daripada loe jalan, gempor… haha.. 🙂

Kita memulai pendakian sekitar jam 09.30 melalui jalur Legok Haji yang masuk dari arah Sersan Bajuri Cimahi kemudian mengambil arah SPN (Sekolah Polisi Negara, kalau ga salah sih singkatannya itu). Seperti yang sudah aku duga, belum apa-apa dah cape duluan. Maklum jarang banget olahraga, pemanasan aja H-2 bareng ami dan itupun cuma ngiterin sabuga 5x dengan JALAN, bukan lari.. Parah bener dah!!! Sambil ngos-ngosan kumemandang tuh gunung yang puncaknya pun berselimut kabut. “Apa bakal sampe puncak ya?”, kuberkata dalam hati.

Seleksi alam. Itu dua kata yang menggambarkan pendakian ini. Why? coz secara otomatis akhirnya tim terbagi menjadi dua, yang cepet dan yang lelet, hahaha.. Bisa ditebak kalau anak2 cowo itu bisa pada cepet jalannya dan dalam sekejap hilang dari pandangan, yang menyisakan para wanita nekat yang ngos-ngosan ini ditemani wawan sama mr.galih. Bahkan si wawan sampe ketiduran gara-gara nungguin kita yang udah mah banyak istirahat, banyak foto-foto pula, beuki weh lila, haha.. Dan parahnya, kita tega lagi ninggalin dia yang ketiduran dengan asumsi ntar juga kesusul. Peace ‘wan.. kan ini pendakian safari, alon-alon asal klakon..

Kalau ditanya gimana tracknya, saya akan jawab kalau tracknya maknyus, nyaris tanpa bonus, naek terus dengan sesekali berjalan disisi jurang dalam. Kita juga melewati semacam terowongan dari akar pohon yang mengharuskan kita merayap, apalagi yang bawa carrier gede. Tapi enaknya, tracknya cukup jelas, tidak banyak persimpangan yang buat nyasar (atau bahkan g ada persimpangan ya?), banyak akar-akar pohon yang bisa dijadikan pegangan, dan alhamdulillahnya ga hujan jadi ga licin dan ga jibreg (baju kotor gara-gara kotor kena lumpur, red).

“Gua” diperjalanan

Sekitar jam14.15 kita sampai di puncak primer yang ditandai sebuah tugu bertuliskan “Selamat datang di puncak BURANGRANG 2050 mdpl”. Sayang sekali, kondisi tugu sangat tidak terawat, banyak banget coretan. Saya ga habis pikir, kenapa jauh-jauh naik ke puncak yang ada malah mencoret-coret tugu dengan kata-kata yang ga bangetz. Bukankah biasanya para pecinta alam itu harusnya cinta alam ya? Terpikirkan loh buat ngecet ulang tuh tugu, haha..  Alhamdulillahnya, sampai puncak tenda tiga buah sudah berdiri, dan memang hanya bisa tiga tenda yang bisa dibuat di ruang kosong sekitar tugu yang tidak terlalu luas. Anak-anak lagi masak nyiapin makan siang dengan buat sayur asem. Beginilah enaknya naek gunung bareng mapala, hehe..

Situ Lembang

Subhanallah, pemandangan dari puncak benar-benar free 360 derajat, yaa sedikit pohon yang mengahalangi sih wajar. Beda banget ketika kita naik ke puncak manglayang yang 360 derajat tertutup pohon, jadi serasa ga di puncak cz ga bisa lihat apa-apa. Dari puncak ini, Situ Lembang seakan melambai dari arah utara. Bergerak ke arah timur laut, nampak dekat sekali Gunung Tangkuban Perahu. View dari timur sangatlah menggoda. Mulai dari gunung-gunung utara bandung yang berbaris -Gunung Manglayang, Bukit tunggul, dan yang lain ntah apa namanya-, hingga di kejauhan terlihat rangkaian gunung, seperti Gunung Tampomas di daerah Sumedang hingga Gunung Ciremai yang tertinggi di Jawa Barat. Menuju arah selatan, terdapat sebuah gunung yang ntah namanya apa seperti ditancapkan bagaikan nasi tumpeng. Analisis saya sih gunung itu ada di daerah Rancaekek hingga Garut. Kemudian di selatan, terlihat jelas Pegunungan Malabar dengan Gunung Puntangnya, serta Gunung Patuha di kejauhan. Dari arah barat, tampak jelas terlihat dua waduk, jatiluhur dan cirata. Dari kejauhan, tampak Gunung Gede-Pangrango yang ada di kawasan Puncak, Bogor. Tuh, buat yang belom sempat sampai sini, kebayang kan gimana kerennya view dari puncak Burangrang? So, buat warga Bandung dsk yang seneng hiking dan mau nekat dikit aja, cobalah naek kesini, insya Allah ga nyesel, hehe.. 😀

Gunung Gede-Pangrango di barat Burangrang

Rangkaian gunung di timur Burangrang

 

Dan ketakjuban pun belum berakhir. Walau angin bener-bener kenceng karena tidak ada pohon yang menghalangi serta cuaca dingin mulai menerjang apalagi ketika malam, view sunset, view city light malam, dan view sunrise sangat berkesan sehingga mengobati rasa dingin. Walau dingin, kami mengusahakan untuk tidak melewati momen itu dengan bergemul di dalam tenda. Sunset yang sempat kami nikmati sangat pelit, hanya beberapa menit saja yang kemudian hilang terhalang kabut, walau Allah memberi kita bonus pelangi dari arah utara yang juga tak kalah pelitnya. Di malam hari, city light lembang, bandung, cimahi begitu jelas di arah timur. Sedangkan di barat terlihat jelas city light purwakarta, cianjur, hingga ke arah cikampek. Subhanallah..

Sunset

Setelah makan malam dengan menu aneh, sosis plus baso ikan asam manis dan oseng wortel dan buncis, kita ngobrol-ngobrol bentar ngaler ngidul sambil buat popcorn, dan kemudian memilih masuk tenda cz dinginnya angin diluar. Tengah malam udara begitu dingin karena diluar sudah badai saja. Ga kebayang deh kalau sampai hujan badai, wiiiw ga bisa tidur kayaknya.. Hingga sholat subuh pun kami lakukan di dalam tenda dengan duduk. Kami baru berani keluar tenda ketika sunrise tiba. Bandung masih berkelip, namun fajar yang melukis langit biru dan merah jelas tampak dibalik gunung-gunung sekitar Gunung Ciremai. Kami mengikuti pergerakan terbitnya sang mentari hingga ia benar-benar mucul menghangatkan bumi. Begitu mentari meninggi, ia benar-benar seakan muncul dibalik Gunung Tangkuban Perahu. Keren dah..

Sunrise

Jam 09.00 kami start turun setelah sebelumnya berfoto bersama walau minus dua orang. Rute turun yang kami lalui adalah rute melalui jalur komando walau diujungnya sedikit muter biar ga ktemu pos komando yang harus lapor melapor, hehe.. Jalan turun ternyata tak lebih ringan.. Setelah sebuah turunan tajam diawal perjalanan yang disana sudah terdapat tali pembantu, kami dihadapkan pada tanjakan terjal yang cukup panjang. Sudah seperti ninja hatori deh, mendaki gunung lewati lembah, haha.. Alhasil, diri ini yang kedinginan di puncak sempet gemeteran dan sesek nafas juga menghadapi medan terjal itu yang mendadak membutuhkan energi ekstra yang memanaskan badan. Istirahat lagi deh, dan seleksi alam pun dimulai… Yang cepat dan yang lambat, hehe.. View yang terlihat disepanjang jalan ketika turun ini adalah puncak-puncak sekunder Gunung Burangrang dan Situ Lembang yang semakin lama semakin dekat di sebelah kiri jalan. Setelah sampai di hutan pinus, kita sudah bisa melihat kembali kota Bandung dibawah dan puncak Gunung Burangrang yang baru saja kami tinggalkan diatas. Foto-foto!!! 😀

Tim Safari Burangrang minus Oyok dan Goffur

Puncak-puncak sekunder

Turunan terjal

 

Tepat adzan dzuhur kami sampai di masjid Al-Karim, sebuah masjid yang cukup artistik di daerah pegunungan. Ternyata tim kami hilang satu, Oyok. Dia yang jalan paling depan seakan raib tak tersusul temen-temennya. Anehnya, mereka tenang aja, “Paling juga lagi galau bu jadi duluan”, dasar ya anak muda, hehe.. Ya karena menurut temannya dia tahu jalan, ya saya jadi tidak begitu khawatir. Beberapa orang menyempatkan mandi sebelum sholat dzuhur. Dinginnya air maknyus banget, menyegarkan kembali tubuh ini. Kemudian, jalan beraspal yang diikuti jalan berbatu menemani kami hingga sampai bertemu Jalan Kol.Masturi yang ada semacam gerbang bertuliskan “KOMANDO”, cukup melelahkan cz cukup jauh dan gersang..

Disekitar pertigaan ini kami mengisi bahan bakar. Ada yang mengunjungi kantin Hikmah dengan makan nasi, menyeduh mie, atau sekadar beli minum, ada yang ber-mie ayam, ada yang mengusir dahaga dengan es campur, suka-suka lah.. Nikmat banget, alhamdulillah.. Sambil nunggu yang nego angkot, adzan ashar sudah berkumandang, so kami sholat dulu. Alhamdulillah disana ada sebuah masjid. Setelah itu kami pulang ke kosan dan rumah masing-masing. Weekend yang menyenangkan. Alhamdulillah..

Makasih banyak buat semuanya.. Semoga ada kesempatan buat menjelajah gunung-gunung lainnya, dan semoga ini bukan yang terakhir ^^

Advertisements

Entry filed under: Jelajah.

ASI “Apes”, itulah taqdir…

9 Comments Add your own

  • 1. medi nurhadi  |  November 12, 2012 at 7:27 pm

    Kalau bikin tenda Di atas, gmana dengan air bersihnya ?

    Reply
    • 2. Nurdinintya Athari  |  November 13, 2012 at 9:15 am

      Puncak gunung burangrang ternasuk gunung yang kering, alias tidak ada sumber air. Sumber air terakhir ada di sekitar rumah penduduk, jadi dibawa dari bawah dengan jerigen. Kalau mau buat tenda yang bisa puas masak2, di Jabar saya sarankan ke Gunung Gede atau Gunung Papandayan, disana banyak air.. 🙂

      Reply
  • 3. medi nurhadi  |  November 13, 2012 at 10:07 am

    Ok thanks atas infonya,,,

    Reply
  • 4. anakpakwelly  |  March 10, 2013 at 7:20 am

    hahahaha, jadi inget pendakian bareng waktu itu.
    hayu kapan-kapan kita mendaki bareng lagi bu 😀

    Reply
    • 5. Nurdinintya Athari  |  March 10, 2013 at 11:26 pm

      setaun yang lalu tuh naik burangrang, hehe..
      hayu2, minat banget buat naik lagi.. puncak itu indah 🙂

      Reply
  • 6. IchangZB  |  March 27, 2013 at 9:50 pm

    Bu NDT, Gara2 cerita ibu waktu itu di kelas, saya tertantang naik burangrang, insyaallah tanggal 30 Maret 2013 mau cabut kesana, PP langsung. doain sukses bu… 😀 amiin

    Reply
    • 7. Nurdinintya Athari  |  March 30, 2013 at 9:32 am

      Hey, ini tuh sapa ya? Atho dkk kah?
      Selamat naek deh, salam buat puncaknya.. Sy yakin burangrang keciiiil lah buat kalian sih.. 😀
      Klo ada pendakian safari ceria lagi, ajak2 yaa.. Mngkin aja bs gabung.. #kangenpuncak

      Reply
  • 8. sagi  |  August 6, 2013 at 5:31 pm

    keren… ingat thn 2004 ksana sama si moyan dkk.
    trims utk ceritanya…

    Reply
    • 9. Nurdinintya Athari  |  August 6, 2013 at 5:48 pm

      Memang stiap naik gunung memberikan kenangannya masing2.thx dah mampir. Salam lestari.

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Keep in your mind that your life just for Alloh

Categories

Twitter

Error: Please make sure the Twitter account is public.

My personality

Click to view my Personality Profile page

Blog Stats

  • 33,371 hits

Posting

Mutiara hikmah

March 2012
M T W T F S S
« Jan   Apr »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Islamic Calendar


%d bloggers like this: