Posts filed under ‘Kisah’

With your L.O.V.E

27 tahun hidupku…

ungkapan kegembiraan dari orang-orang terkasih, luv you all 🙂

May 27, 2012 at 11:00 pm Leave a comment

HIMMABA dalam kenangan

HImmaba @Muharram 1431 H

KPPS Pemilu Pilpres 2009

Gema Ramadhan 1427 H

Berkebab setelah aksi Palestine

 

Lagi pilih-pilih foto nih kemaren buat kalender RW. Subhanalloh ternyata ada foto ini dan foto-foto jadul lainnya bersama kalian. Kangeeennnn… 🙂 Sungguh suatu anugerah bisa berkenalan dengan kalian sahabat-sahabatku. Sahabat yang kukenal sebagai pejuang tangguh di masjid kita tercinta. Dan tau ga, tanpa kalian IRMABA/HIMMABA (apapun namanya itu) terancam bubar… ^^ Namun semoga, generasi-generasi penerus dapat melanjutkan perjuangan kita. Sebab kuyakin, setiap masa selalu ada pejuangnya karena Alloh-lah yang menitipkan rasa perjuangan itu di hati mereka-mereka yang ikhlas berjuang dijalanNya. Selamat melanjutkan perjuangan itu sahabat, semoga kudapat segera menyusul perjuangan kalian, heu… ^^

December 16, 2010 at 6:47 am Leave a comment

Kuliah terakhir s2-ku

Disini, tanggal 16 Mei 2008 kutulis sebagai hari terakhir kuliah S1-ku. Dan sekarang, hari ini, 30 November 2010 harus kutulis bahwa hari ini insya Alloh adalah hari terakhir kuliah S2-ku.

Ya, kalau kedua mata kuliah yang kuambil semester ini lulus, hari ini memang hari terakhir diriku duduk di kelas untuk sebuah perkuliahan. Sungguh, waktu berjalan cepat…

Masih hangat dalam benakku saat-saat perjuangan kuliah matrikulasi yang very-very short time dengan materi bejibun, tugas berlarian susul menyusul, ditengah masa adaptasi dengan teman-teman baru.

(more…)

November 30, 2010 at 7:16 am 3 comments

Inikah yang namanya KULIAH?

Phuuuf… Alhamdulillah, setidaknya semester ini sudah berlalu.

Satu semester yang tak meyiksakan waktu untuk bermain dan berleha-leha.

Satu semester yang membuatku bergelut dengan aliran-aliran pemikiran dan beraneka model matematis yang membuatku tak dapat tertidur nyenyak.

Satu semester yang merusak aliran metamorfosis diri.

Satu semester yang memberikan pekerjaan rumah yang besar untuk menata diri menjadi pribadi yang selama ini kudamba.

Satu semester yang membuatku egois pada urusan akademik.

Satu semester yang membuat rumah bagaikan kost.

Satu semester yang membukakan mataku tentang hidup

Satu semester yang menegaskanku tentang arti waktu dan memaknai waktu.

Satu semester yang membuatku berkecimpung dengan ikhtilat dan kehidupan malam.

Satu semester yang mebuatku bertempur antara realita dan idealita.

Satu semester yang tak menyisakan kesempatan untuk bersantai dengan kegiatan rumah tangga, bereksperimen dengan aneka masakan dan desert yang memenuhi angan, jalan-jalan minggu pagi terus belanja sama mama, menata ulang kamar, berkebun dan merapihkan pekarangan dengan mama, menjahit rok dengan kain-kain lucu yang sudah menumpuk di lemari, dan berbagai rencana yang hingga saat ini hanya sebagai rencana.

Apakah ini yang namanya kuliah?       

 

January 9, 2010 at 10:28 pm Leave a comment

Serba serbi ngawas IOAA

Negara-negara peserta IOAA
Logo IOAA

Jadi juga ngawas 2nd IOAA, hehe… Tadinya dah bingung jadi apa ga, soalnya dah sering banget izin keluar dari Telkom… Mau dibatalin ga enak juga sama Lia, teman AS-ku yang care banget (sampe2 nawarin ngawas olimpiade ini dan akhirnya berhasil juga aku bawa rombongan pengawas matematik, haha…). Tapi akhirnya kuberanikan diri buat ikutan, nambah pengalamanlah ktemu bule-bule… Yah, itung-itung refreshing, bisa ngobrol lagi sama farah, gantina, dan dinda. Tapi ternyata dinda diganti ayu coz dia dapet panggilan tes kerja gt. Smangat ya din! Ikhwannya bagus sama noven (duch, tinggal siti yang ngilang… 😛 ) 

Hasil jepretan gantina disaat kita bosen nunggu ngawas hari kedua di Sabuga, terinspirasi deh moto pas 17:17:17

Setelah makan siang diemperan gerbang depan ITB, kita ke tempat ujian di Lembang pake dua Pregio, ikhwan satu, akhwat satu… Jumlah semua pengawas ada 16 orang, satu cadangan, katanya bagian muter2, hehe… Sudah sampe Lembang, wuih… udara sudah kerasa dingin, padahal belum jam15. Trus kita masuk dan duduk di tempat duduk yang sudah disiapkan buat ujian, ngobrol-ngobrol deh… Dari mulai cuma berempat (brg farah, gtn, ayu), nimbrung sama ikhwan2 itu… (Tya.. Tya… Kebiasaanmu blum berubah… susah euy…), sampe ngobrol sama gantina berdua…(Ngobrol apa? ehm… kita aja yg tau, iya kan ‘Gan?) 

Ooooh iya, ada yang kocak saat itu, seorang panitia (lupa siapa, yang jelas seorang panitia ibu-ibu…) manggil panitia laki-laki (bagus, noven, dkk), kayaknya buat minta tolong. Yang anehnya, mereka itu ga denger atau knapa gt, akhirnya kita (yg akhwat-red) dengan semangat “bantu” ibu tsb manggilin ikhwan2 buat bantuin ibu itu . Tya sendiri beranggapan mereka disuruh ngangkatin teleskop yang memang banyak dan terlihat berat. Wajarlah yang dimintain tolong ikhwan, pikirku… Tapi ternyata, hahahaha… Mereka hanya disuruh bawain box konsumsi buat kita yang tadi dah smangat banget nyuruh ikhwan2 bantuin ibu itu… Duh, lucu banget deh… Bu, bu, kalau hanya ngambil konsumsi aja sih kita juga bisa… Cengengesan deh kita…. ^_^ 

Suasana ujian hari pertama di Lembang

Trus, ba’da ashar ceritanya briefing bareng tim pendamping. Ehm… Awalnya tampak membingungkan, maksudnya kurang jelas alur kerjanya. Tapi setelah diminta diperjelas, ya… oke lah… tinggal ikutin instruksi aja dari luar. Tya kebagian ngawas di shift E bareng Bagus sama K’Amran (KI), bagus didepan, tya ditengah, dan yang pasti satunya lagi di belakang. Setelah briefing, kita meraut pensil… Lumayan juga, lebih dari 10 buah.. Haha… Dah berapa taun yah gak ngeraut pensil? Trus, ngecek alat tulis mereka, 2 pinsil, 1 pulpen, 1 penghapus karet, 1 kalkulator, 1 pulpen buat lampu, 1 penggaris, dan 1 alas tulis. Lumayan heboh juga… Ternyata di shift E hanya sampai E-10, jadi K’Amran kebagian muter-muter juga deh… 

Peserta masuk jam 17.30 untuk makan. Ternyata mereka dikasih steak, ngeliatnya kabita uy! Trus kita bagi2 amplop soal berdasarkan negara dan tempat duduk mereka. Lumayan lama juga bagi-baginya. Di shift E ada sedikit trouble, amplop E-05 ga ada. Bingung khan? Akhirnya nanya ke peserta itu, “Where are U come from?”, trus dijawab tapi tya gak ngeuh apa jawabannya… Trus dia ngulang jawaban, tya tangkep jawabannya, Ireland… Tapi dalem hati bingung, kok dari Ireland wajahnya kayak dari India, timur tengah gitu… Harusnya bule khan? Trus Bagus dateng, peserta itu jawab lagi, Bagus pun bingung… JAwab lagi, tetep kita bingung. Mungkin dia tau kali ya klo kita bingung, akhirnya dia speeling sambil liatin nametag-nya, I-R-A-N, ooh… IRAN toh! Ktawa deh kita berdua… Iran aja kok susah… 

Yaaah, lumayan keren... Inilah yang dikerjakan saat bosen, take pictures from HP! 😀

 Basicly, ujian malem itu berjalan lancar walaupun test practical (using telescop and CCD) ga jadi karena langitnya mendung. Ksian juga peserta shift A yang sudah keluar ngikutin tes itu tp ga jadi karena memang mendung banget… Jadi deh buat shift A waktunya ditambah sampe jam 01.00, padahal yang laen sampe jam 00:00, impas sih karena mereka observasi keluar sampe satu jam. Tapi hal itu menyedihkan buat pengawas… Berarti kita harus standby sampe jam 01:00 juga, walaupun sebenernya yg masih ujian hanya shift A… Hiks… Dah ngantuk… Apalagi setelah beres TA ga pernah begadang lagi… 

Namun kita kreatif… Walaupun peserta masih ada satu shift lagi, kita (pengawas sift B-E yang akhwat) mencari kerjaan lain, yaitu mengumpulkan dus-dus makanan peserta. Lebih tepatnya, mencari dus-dus yang belum disentuh untuk dijarah, hehe… Lumayan banyak loh… Gimana gak bayak, satu peserta aja dapet makanan dari mulai steak, trus kentang-sosis, trus snack, dan minuman. Ternyata peserta banyak yang ga menyentuh makanan tersebut sama sekali (iyalah… liat soalnya aja mungkin dah pd nervous). Jadilah kita sebagai pengumpul ghanimah, haha… (daripada mubazir juga) Yah, pada akhirnya semua pengawas menikmati ghanimah tersebut, alhamdulillah… Beginilah orang Indonesia, tapi gak salah khan? 🙂 

Keesokkan paginya, dari kost-an ayu aku jalan kaki yang ga jauh dari Gedung Telkom Japati dengan menenteng lebih dari 5 kotak buavita yang besar, 2 dus sosis plus kentang goreng, plus snack2. Pokonya kayak bukan mu kerja deh! Yaah, akhirnya begitu sampe kantor kita makan bersama deh sama julian, ratna, sama bapak2 TLH, haha… Ngejarah membawa nikmat! 🙂 hahaha… Tapi, setelahnya suerrr, ngantuk! 😀

August 22, 2008 at 1:28 pm Leave a comment

My Graduated Day

Sabuga, Sabtu, 19 Juli 2008

Ternyata, wisuda itu membanggakan tetapi melelahkan….

Kuberikan kebahagiaan ini untuk kedua orang tuaku.

Dua sosok yang doa-doanya selalu menyertai hidupku, tak pernah henti, tak pernah sirna. Luv U all…

July 19, 2008 at 11:08 pm Leave a comment

Toga… Ijazah…

Hari ini aku ke anex buat ngambil toga dan tanda tangan ijazah.
Akhirnya… Usaha empat tahun tidak sia-sia…
Harapan 19 Juli 2008 melangkah menuju sabuga dengan toga tanpa lengan sudah di depan mata…
Hanya saja… Sebuah harapan kebahagiaan lain yang kucamkan bersamaan dengan wisuda ini sudah terkubur… 😦

ADA YANG TERBAIK DARI SEGALA YANG BAIK…

July 17, 2008 at 2:04 pm Leave a comment

Bali, sebuah perjalanan…

8 Juli’08
Kubangun pagi, alhamdulillah… Tersirat harapan hari ini kondisiku membaik dan siap melakukan perjalanan jauh nanti malam… Kuberusaha mencari makan (buat susu dengan biskuit dan milna), makan obat, dan kutertidur… Agak siang, bangun… Papa sudah nyediain bubur… Bersiap kumenyantapnya, tapi ternyata… Perutku mual… Akhirnya kubiarkan sepiring bubur hangat mendingin begitu saja. Aku hanya bisa menikmati mualku yang tak tahu mengapa tiba-tiba datang, hingga kukembali terlelap… Dhuzur, setelah agak mendingan nih perut, kumemaksakan diri untuk memakan bubur itu walau sudah tak hangat. Berhasil! Bubur ludes, lalu kembali ku makan obat… Gak lama papa pergi, katanya mau ke UPI trus ke BEC setelah sebelumnya membelikan nasi tim (bosan aku makan nasi tim terus…) Yasudahlah… Aku memilih untuk terlelap, tapi tak kuasa… akhirnya kuaktifkan YM, hehe… Chatting deh sama beberapa teman hingga kuterlelap… sebentar… Bangun lagi.. Chatting lagi..

Hampir pukul 17, papa belum juga dateng… Dag…dig…dug… Mana aku belum sterika baju lagi, wah… ga tau deh… Di temp pk termometer, badan masih menunjukkan 39,5 derajat celcius. Akhirnya jam17 lebih papa dateng dan langsung beres-beres, pake gonta-ganti koper segala… Jam 17.55an blue bird dateng dan berangkatlah kita berdua ke stasiun dengan satu buah koper, satu buah tas jinjing berisi makanan, dan satu buah tas selempang yang kubawa, berisi obat, minum, dan biskuit… Alhamdulillah gak macet…

Sampai stasiun kira-kira stengah jam… Langsung deh naek kreta, di gerbong 2, 6C-6D. Begitu masuk, dingiiin… AC-nya full bo! Aku ga kebayang apa kuat ber-jam2 ditempat ini? Setelah kreta jalan, dingin semakin terasa… Walau sudah pake dua jaket dan dua selimut pun tetep aja kedinginan, dasar kampungan! Karena malem, jadi gak keliatan apa-apa, yah nasib… Diluar gelap aja! Setelah makan malam, orang-orang pada terlelap… Aku yang kedinginan susah tidur, apalagi ni perut masih kosong. Makanan yang tadi dkasih di kreta gak bisa aku makan, pedes… kecuali pisangnya. (yaiyalah…) Jam 24.00, waktu makan obat tiba… Akhirnya aku hanya makan wafer selamat 4 potong, pisang 1 buah, dan sepotong milna buat makan sebelum makan obat… Papa dah khawatir aja aku belum makan nasi, malah disuruh minum yoghurt… (tengah malem minum yoghurt? aneh-aneh aja..) Setelah itu, aku memilih tidur dengan hawa dingin walau kayaknya hampir setiap kreta berhenti, aku tersadar…

9 Juli’08
Ternyata, stasiun yang paling indah dimalam hari adalah stasiun Tugu Yogya dan stasiun Balapan Solo (walau agak kecil). Matahari mulai menyingsing mewarnai langit di bagian kiri kereta menjadi jingga di daerah Madiun. Sungguh indah… Apalagi mulai terlihat hamparan sawah yang membentang… Sesekali kumelihat lambaian tangan anak-anak kecil yang digendong Sang Ibu ke arah kereta, seraya berharap agar mereka segera besar dan mampu menjelajahi dunia… Ku tersenyum simpul melihat mereka… Dalam hati, mungkin aku pun dulu seperti itu, menaruh harapan kepada kereta yang melintas…

Sampai di stasiun Pasar Turi jam 8-an, terlambat sekitar stengah jam dari jadwal. Hanya ada waktu 20 menit sebelum keberangkatan KA yang menuju Banyuwangi padahal rencananya di stasiun mau sikat gigi, ganti baju, makan, istirahat lah.. Alhasil cuma sempet sikat gigi dan cuci muka, itu pun setelah nyari toilet rada lama, nguriling… Kocak juga suasana stasiun Surabaya ini, ramai dengan musik-musik tradisional di emperan stasiunnya, hehe… Trus sempet mesen makan, kupilih soto ayam biar berkuah dan ga aneh2 rasanya. Waktu tinggal 10 menitan lagi tuh pas mesen soto, si mbaknya lama juga. Akhirnya pas sotonya sampai di meja, siap di makan, terdengarlah pengumuman, “Penumpang yang akan ke Banyuwangi silahkan memasuki kereta”. Diiiing…. Alhasil tuh soto cuma disentuh beberapa sendok doang, rasanya aneh banget lagi, mending soto ayam di Bandung aja deh… 🙂 Trus sama papa bener2 ngejar kreta dong, yang ternyata bener2 tuh kreta cuma lewat buat naikin penumpang, sebentar banget.. Banyak mbok-mbok yang penting naek doang, nyari gerbongnya setelah di dalem, termasuk kita juga begitu.. 🙂

Perjalanan Surabaya-Banyuwangi melewati lumpur sidoarjo, yang dilewati kreta sangat sangat pelan.. Sempet juga kufoto tanggul-tanggul penahan lumpur itu (walau sakit moto tetep jalan, hehe..) Selebihnya pemandangan perjalanan dipenuhi warna hijau. Sampai di Banyuwangi, aku turun dengan bingung. Kata papa sih kita akan naik bus PT KA yang bawa kita ke Denpasar, lewat selat tentunya. Trus ada pengumuman, kalau yang ke Bali bis sudah menunggu di depan stasiun. Biar di bus bisa duduk di depan, aku jalan duluan deh bersaing dengan penumpang laen, papa di belakang bawain koper, hehe… Ya sakit-sakit juga karena memang aku preman angkot yang sering bertarung buat naek angkot penuh berhasil lah aku duduk menempati dua bangku di belakang supir, hehe… Bisa lihat pemandangan enak kan tuh.. Tapi, papa mana ya ko ga dateng2? 🙂

Kita menyebrang Selat Bali hampir maghrib, ketika ombak sedang tinggi-tingginya. Ternyata hari ini penyebrangan baru dibuka lagi setelah beberapa hari cuaca buruk sampe ada kapal yang tenggelam. Bismillah, semoga tak ada apa-apa.. Bener aja tuh di kapal anginnya kenceng banget, ombaknya gede, beda banget sama naik ferry di Selat Sunda. Jujur aja, kapalnya juga ga enakeun… 😀 Di Gilimanuk, pas mau keluar pelabuhan harus pake razia KTP sgala, gatau memang prosedurnya begitu atau memang lagi ada buronan yang dicari. Ya, no problem for us.

Panik!!! Ketika kembali naik bis menuju Denpasar, badan ini demam lumayan tinggi. Papa dan panik aja, apalagi nih badan penuh sama bintik-bintik merah. Biskuit yang ada di makan, trus minum obat, tapi tetep aja panik.. Mama sampe udah di sms diminta nyari klinik terdekat dari Hotel Jayakarta, biar pas kita dateng tinggal ke klinik. Sampe pool di Denpasar kita lanjut pake taksi ke Jayakarta, malahan tadinya papa panik mau langsung dibawa ke RS Sanglah segala. Duh, masa jauh-jauh ke Bali cuma buat ke RS, heu.. Aku tegasin ke papa kalau aku gapapa. Akhirnya kita langsung ke hotel.

to be continue… insya Alloh (panjang soalnya, heu… 😀 )

July 12, 2008 at 1:04 pm Leave a comment

Co-op Started…

Subhanallah, hari ini aku mulai di telkom dari pagi sampe sore, full…
Senin slasa kmarin izin stengah hari buat ngurus syarat2 wisuda, rabu kmaren ke jakarta buat pembukaan Co-Op..
Walau dari jam8 sampai break dzuhur, trus sampe sore aq ga ada kerjaan, cuma baca buku sambil bengong, ga ngerti, puyeng, sampai terantuk-antuk ketiduran di meja, tapi aku seneng banget. Coz dari lantai 7 ini aku ga bosen memandang kota Bandung… Meja kerjaku menghadap ke dua sekat masuk Pak Santosa dan Pak Rian yang membebaskan arah pandanganku ke kota Bandung. Dari sini terlihat kumuhnya rumah warga kota Bandung, terlihat Pusda’i, tapi yang paling asik, dari sini aq bisa melihat Gunung Manglayang (bener gt itu Gunung Manglayang tempatku kemping dulu?)… Ke kiri agak jauh, terlihatlah ujung Gunung Tangkuban Perahu. Yah, aku kan paling seneng liat gunung… Kokoh tapi meneduhkan…
Aku akan disini sampai 23 Sept nanti…

Hope I can do something usefull and interest in here..
And the next, just Allah know the better decision for me…
I just pray and try…

“Fardun, ‘Rif, Kanx, aku magang lagi… Tapi sekarang beda, ga ada kalian… Inget waktu qta bareng2 nunggu jarum jam tepat pukul 17 di Bank Syariah Mandiri Dago padahal ga ada kerjaan… Qta ngrumpi teu puguh sambil terus liatin jam… Sekarang, aku nunggu jam 17 juga, tapi sekarang aku sendiri, sepi… Miss U all… “

July 2, 2008 at 4:57 am Leave a comment

Finally… I wanna get S.Si.

Alhamdulillah, selesai juga persiapan wisuda…
Tinggal bayar wisuda dan ngambil toga… Hahaha…
Setelah perjuangan berat beberapa hari ini (gak sgitunya deh…)
Gmn gak, baru kmaren fix akan wisuda juli, jadi yah… kerja rodi! 🙂

Jadwal selanjutnya, sidang -pengukuhan gelar-, hari jumat, 27 Juni’08,
lalu sidang fakultas, selasa pekan depannya…
Dan yang jelas, aku harus izin lagi ke telkom… 😀

Alhamdulillah, Maha Besar Allah, sungguh semua ada dalam kuasa-Nya…
Jika Ia berkehendak, tak ada sesuatu pun yang dapat menghalanginya…
“Kun fayakun”, jadilah jadi…

June 24, 2008 at 3:53 pm Leave a comment

Older Posts


Keep in your mind that your life just for Alloh

Categories

Twitter

Error: Please make sure the Twitter account is public.

My personality

Click to view my Personality Profile page

Blog Stats

  • 33,371 hits

Posting

Mutiara hikmah

July 2017
M T W T F S S
« Jul    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Islamic Calendar