Posts filed under ‘Renungan’

Atas nama ta’aruf

Saudariku… .sahabatku. ..
ukhty – wa akhiy…

Sungguhpun taaruf bukanlah sebuah permainan… .bukan sekedar coba-coba… . bukan sekedar perkiraan…

“hmm..siapa tau cocok…”
“hmm…siapa tau jodoh…”
“siapa tau…”siapa tau…’

atau bahkan…

” Hmm…..lumayanlah. ..buat hepi-hepian. ..??????? “

Astaghfirullah. …

Sungguh…Taaruf itu bukanlah sebuah keisengan seperti itu….!!!!

(more…)

Advertisements

July 7, 2011 at 9:36 pm Leave a comment

I.B.U

Konon pada jaman dahulu, di Jepang ada semacam kebiasaan untuk membuang orang lanjut usia ke hutan. Mereka yang sudah lemah tak berdaya dibawa ke tengah hutan yang lebat, dan selanjutnya tidak diketahui lagi nasibnya.
 
Alkisah ada seorang anak yang memba…wa orang tuanya (seorang wanita tua) ke hutan untuk dibuang. Ibu ini sudah sangat tua, dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Si anak laki-laki ini menggendong ibu ini sampai ke tengah hutan. Selama dalam perjalanan, si ibu mematahkan ranting-ranting kecil. Setelah sampai di tengah hutan, si anak menurunkan ibu ini.

“Bu, kita sudah sampai”,kata si anak. Ada perasaan sedih di hati si anak. Entah kenapa dia tega melakukannya.
 
Si ibu , dengan tatapan penuh kasih berkata: “Nak, Ibu sangat mengasihi dan mencintaimu. Sejak kamu kecil, Ibu memberikan semua kasih sayang dan cinta yang ibu miliki dengan tulus. Dan sampai detik ini pun kasih sayang dan cinta itu tidak berkurang.

Nak, Ibu tidak ingin kamu nanti pulang tersesat dan mendapat celaka di jalan. Makanya ibu tadi mematahkan ranting-ranting pohon, agar bisa kamu jadikan petunjuk jalan”.

 
Demi mendengar kata-kata ibunya tadi, hancurlah hati si anak. Dia peluk ibunya erat-erat sambil menangis. Dia membawa kembali ibunya pulang, dan ,merawatnya dengan baik sampai ibunya meninggal dunia.
 
Mungkin cerita diatas hanya dongeng. Tapi di jaman sekarang, tak sedikit kita jumpai kejadian yang mirip cerita diatas. Banyak manula yang terabaikan, entah karena anak-anaknya sibuk bisnis dll. Orang tua terpinggirkan, dan hidup kesepian hingga ajal tiba. kadang hanya dimasukkan panti jompo, dan ditengok jkalau ada waktu saja.
 
Kiranya cerita diatas bisa membuka mata hati kita, untuk bisa mencintai orang tua dan manula. Mereka justru butuh perhatian lebih dari kita, disaat mereka menunggu waktu dipanggil Tuhan yang maha kuasa. Ingatlah perjuangan mereka pada waktu mereka muda, membesarkan kita dengan penuh kasih sayang, membekali kita hingga menjadi seperti sekarang ini.
 
### I love U mom ###

July 7, 2011 at 9:23 pm Leave a comment

Renungan

Hidup ini bukan tentang menjadi pemenang atau pecundang,
namun tentang menjadi dirimu sendiri dan berikan yang terbaik.

Ketika kamu berhenti mengejar apa yang bukan untukmu,
maka Tuhan akan mempertemukan kamu dengan apa yang baik untukmu.

Ketika seseorang yang sangat berarti pergi, jangan terus bersedih.
Kamu akan kehilangan dirimu dan lupa bahwa kamu juga sangat berarti.

Sahabat slalu ada untukmu, ketika kamu punya masalah.
Bahkan terkadang memberi saran yang bodoh hanya tuk melihat kamu tertawa.

Kita terlalu sering mengharapkan keajaiban dalam hidup kita
tanpa menyadari begitu banyak keajaiban disekeliling kita.

Terkadang kamu harus menyadari bahwa ada orang tertentu yang bisa tinggal dalam hatimu,
namun tidak dalam kehidupanmu.

Tetap Semangat… Tetap Tersenyum… 🙂

#copas

June 24, 2011 at 12:17 am Leave a comment

SEPI

Intermezzo dikit ahhhh disela melototin laptop buat ngerampungin tesis yang deadlinenya tinggal menghitung hari ini.. (rehat yang aneh) ^^

***

Mamaku berkata, “Mbak, gini ya rasanya kalau udah tua nanti, hidup berdua sama papa aja. Rumah sepi… Males ngapa-ngapain rasanya..

Yap, Sepiiii…… Itulah satu kata yang paling mewakili kondisi sekarang di rumah. Kenapa sepi? Adik2ku pembikin onar di rumah lagi pada pergi, hihihi… Tinggallah daku yang pendiem ini menjadi anak tunggal di rumah, diem di kamar sambil ngetik tesis, ya otomatis ga membuat rumah bergema.. ^^

Denger kata2 mama tadi, jadi kebayang kalau ku nanti sudah tua juga. Terbersit pertanyaan-pertanyaan aneh.

“Akankah kumerasakan sepi di hari tuaku?”

“Akankah kusendiri di hari tua ku?”

“Siapakah yang akan menemani hari-hari tuaku?”

“Seberapa berdayakah ku di hari tuaku?”

“Apa yang akan kulakukan di hari tuaku?”

Namun, pertanyaan yang sebenarnya adalah, “Akankah cukup waktuku untuk merasakan masa tua itu?”

Wallahu’alam, karena usia itu mutlak milik Sang Pemilik Waktu 🙂

May 7, 2011 at 8:44 pm 1 comment

Renungan hari ini

Wahai orang-orang yang beriman, mengapa kalian mengatakan sesuatu yang kalian sendiri tidak mengerjakannya. Sungguh besar murka Allah atas perkataan kalian terhadap sesuatu yang kalian sendiri tidak kerjakan” (QS. Ash Shaff 2-3)

Di dalam shahih Bukhari dan Muslim diriwayatkan hadits Usamah bin Zaid, dia berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pada hari kiamat nanti akan ada seseorang yang didatangkan kemudian dilemparkan ke dalam neraka. Isi perutnya terburai, sehingga ia berputar-putar sebagaimana berputarnya keledai yang menggerakkan penggilingan. Penduduk neraka pun berkumpul mengerumuninya. Mereka bertanya, ‘Wahai fulan, apakah yang terjadi pada dirimu? Bukankah dahulu engkau memerintahkan kami untuk berbuat kebaikan dan melarang kami dari kemungkaran?’. Dia menjawab, ‘Dahulu aku memerintahkan kalian berbuat baik akan tetapi aku tidak mengerjakannya. Dan aku melarang kemungkaran sedangkan aku sendiri justru melakukannya’.”

Astaghfirullah.. Bimbinglah hambaMu ini Yaa Rabb..

Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami. Dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisiMu. Sesungguhnya Engkau Maha Memberi. ( QS. Ali Imran : 8 )

March 4, 2011 at 8:58 pm Leave a comment

Teruntuk para manusia

Keanehan manusia itu ….
  1. Suka mencemaskan masa Depan, sampai lupa hari ini.
  2. Hidup seolah olah tidak bakal mati.
  3. Cepat bosan sebagai anak-anak dan terburu-buru ingin dewasa. Namun setelah dewasa rindu lagi jadi anak anak.
    Suka bertengkar, ngambek, dan ribut karena soal soal sepele.
  4. Rela kehilangan kesehatan demi mengejar uang, tetapi membayarnya kembali utk mengembalikan kesehatan itu.

Hal-hal begitulah yang membuat hidup manusia susah.

Lantas apa nasihat agar manusia bisa hidup BAHAGIA ?

  1. Manusia harus sadar bahwa mengejar rejeki adalah sebuah kesalahan. Yang seharusnya dilakukan ialah menata diri agar kalian layak dikucuri rejeki. Jadi jangan mengejar rejeki, tetapi biarlah rejeki yang mengejar kalian.
  2. Ingat : “siapa” yang kalian miliki itu lbh berharga daripada “apa” yang kalian punyai. Perbanyaklah teman, kurangi musuh.
  3. Jangan bodoh dengan cemburu dan membandingkan yang dimiliki orang lain. Melainkan Bersyukurlah dengan apa yang sudah kalian terima. Khususnya, kenalilah talenta dan potensi yang kalian miliki lalu kembangkanlah itu sebaik-baiknya, maka kalian akan menjadi manusia unggul. Otomatis rejeki yang akan mengejar kalian.
  4. Ingat orang yang disebut kaya bukanlah dia anyg berhasil mengumpulkan yang paling banyak, tetapi adalah dia yang paling “sedikit” memerlukan, sehingga masih sanggup memberi kepada sesamanya.
  5. “Sesuatu akan terasa sangat berharga, ketika sesuatu yang berharga itu pergi meninggalkan dirimu”

November 28, 2010 at 7:09 am Leave a comment

Between self esteem, self confidence, and pride

Dua orang lelaki yang datang bertamu ke rumah seorang bijak tertegun keheranan. Mereka melihat si orang bijak sedang bekerja keras. Ia mengangkut air dalam ember kemudian menyikat lantai rumahnya. Keringatnya deras bercucuran. Menyaksikan keganjilan ini salah seorang lelaki ini bertanya, ”Apakah yang sedang engkau lakukan hai orang bijak?”

Orang bijak menjawab, ”Tadi aku kedatangan serombongan tamu yang meminta nasihat kepadaku. Aku memberikan banyak nasihat yang sangat bermanfaat bagi mereka. Merekapun tampak puas dan bahagia mendengar semua perkataanku. Namun, setelah mereka pulang tiba-tiba aku merasa menjadi orang yang hebat. Kesombonganku mulai bermunculan. Karena itu, aku melakukan pekerjaan ini untuk membunuh perasaan sombongku itu.”

(more…)

November 28, 2010 at 6:39 am Leave a comment

Indahnya skenario-MU

Alloh tuh memang Sang Pemilik Kehendak, Sang Pengatur Skenario kehidupan…

Kejadian beruntun sabtu ahad ini yang semula sibuk aku pikirkan bagaimana baiknya, ternyata berjalan mengalir bagaikan air, mulus banget dan manis. Ya kasarnya sih, sibuk-sibuk dipikirin ternyata memang Alloh sudah ngatur skenario terbaik menurut-Nya dan memang baik buatku. Yah , asal niatnya baik saja.. 🙂

(more…)

November 21, 2010 at 9:40 pm Leave a comment

Setiap Kemenangan Butuh Kesabaran

Di suatu sore, seorang anak datang kepada ayahnya yg sedang baca koran… “Ayah, ayah”, kata sang anak…

“Ada apa?”, tanya sang ayah…..

“Aku capek, sangat capek … Aku capek karena aku belajar mati matian untuk mendapat nilai bagus sedang temanku bisa dapat nilai bagus dengan menyontek… Aku mau menyontek saja! Aku capek… sangat capek…

Aku capek karena aku harus terus membantu ibu membersihkan rumah, sedang temanku punya pembantu, aku ingin kita punya pembantu saja! … Aku capel, sangat capek …

Aku cape karena aku harus menabung, sedang temanku bisa terus jajan tanpa harus menabung…aku ingin jajan terus! …

Aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga lisanku untuk tidak menyakiti, sedang temanku enak saja berbicara sampai aku sakit hati…

Aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga sikapku untuk menghormati teman teman ku, sedang teman temanku seenaknya saja bersikap kepada ku…

Aku capek ayah, aku capek menahan diri…aku ingin seperti mereka…mereka terlihat senang, aku ingin bersikap seperti mereka ayah ! ..”, sang anak mulai menangis…

(more…)

November 4, 2010 at 11:00 pm 1 comment

Aku Rindu Zaman Itu

Aku Rindu Dengan Zaman Itu

Aku rindu zaman ketika “halaqoh” adalah kebutuhan, bukan sekedar sambilan apalagi hiburan.

Aku rindu zaman ketika “membina” adalah kewajiban, bukan pilihan apalagi beban dan paksaan.

Aku rindu zaman ketika “dauroh” menjadi kebiasaan, bukan sekedar pelengkap pengisi program yang dipaksakan.

Aku rindu zaman ketika “tsiqoh” menjadi kekuatan, bukan keraguan apalagi kecurigaan.

Aku rindu zaman ketika “tarbiyah” adalah pengorbanan, bukan tuntutan dan hujatan.

Aku rindu zaman ketika “nasihat” menjadi kesenangan, bukan su’udzon atau menjatuhkan.

Aku rindu zaman ketika kita semua memberikan segalanya untuk da’wah ini.

Aku rindu zaman ketika “nasyid ghuroba” menjadi lagu kebangsaan.

Aku rindu zaman ketika hadir di “liqo” adalah kerinduan, dan terlambat adalah kelalaian.

Aku rindu zaman ketika malam gerimis pergi ke puncak mengisi dauroh dengan ongkos ngepas dan peta tak jelas.

Aku rindu zaman ketika seorang ikhwah benar-benar jalan kaki 2 jam di malam buta sepulang tabligh dawah di desa sebelah.

Aku rindu zaman ketika akan pergi liqo selalu membawa uang infak, alat tulis, buku catatan dan Qur’an terjemahan ditambah sedikit hafalan.

Aku rindu zaman ketika seorang binaan menangis karena tak bisa hadir di liqo.

Aku rindu zaman ketika tengah malam pintu depan diketok untuk mendapat berita kumpul subuh harinya.

Aku rindu zaman ketika seorang ikhwah berangkat liqo dengan ongkos jatah belanja esok hari untuk keluarganya.

Aku rindu zaman ketika seorang murobbi sakit dan harus dirawat, para binaan patungan mengumpulkan dana apa adanya.

Aku rindu zaman itu, Aku rindu…

Ya ALLAH, Jangan Kau buang kenikmatan berda’wah dari hati-hati kami.

Jangan Kau jadikan hidup ini hanya berjalan di tempat yang sama

[Rahmat Abdullah]

November 4, 2010 at 10:18 pm Leave a comment

Older Posts


Keep in your mind that your life just for Alloh

Categories

Twitter

Error: Please make sure the Twitter account is public.

My personality

Click to view my Personality Profile page

Blog Stats

  • 34,046 hits

Posting

Mutiara hikmah

September 2017
M T W T F S S
« Jul    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Islamic Calendar